Sabtu, 07 Maret 2009

Hakikat Problem Solving

Sebelum membahas pengertian problem solving, akan diuraikan dulu pengertian masalah. Menurut Lester (As'ari, 1991:14) masalah adalah "a situation in which individual or group is called to perform a task for which there is no ready accessible algorithm which determine completely the methods of solution". Menurut Krulik dan Rudnick (1995:4) masalah adalah "a situation, quantitative or otherwise, that confronts an individual or group of individual, that requires resolutions, and for which the indivudual sees no apperent or obvious means or path to obtaining solution. Sesuatu menjadi masalah bagi sesorang atau kelompok bila tidak ada algoritma atau prosedur yang sudah tersedia dan mereka tertantang untuk menyelesaikannya. Prosedur penyelesaian itu harus dicari dan menemukannya tidak mudah.

Problem solving adalah "to find out a way where no way is known off hand, to find a way out of difficulty, to find a way around an obstacles, to attain a desired end, tha is not immediately attainable by appropriate means (Polya, 1973. Menurut Krulik dan Rudnick (1995:4) problem solving adalah "the means by which an individual uses previously acquired knowledge, skills, and understanding to satisfy the demands of an unfamiliar situation".

Problem solving merupakan aplikasi beberapa aturan kepada suatu masalah yang tidak dihadapi sebelumnya oleh pebelajar (Hudoyo, 1990:29). Dengan adanya proses berpikir untuk memecahkan masalah itu, diharapkan dapat menghasilkan individu-individu yang berkompeten dalam bidang matematika. Proses berpikir yang diharapkan itu adalah proses berpikir secara matematis, aksiomatik, logis, kritis, kreatif, dan praktis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar